Cerita
seputar batik
Ini
saya mau berbagi pengalaman Gan Lanang Lan Gan Wadon Facta demi allah kalo gak
percaya
Monggo
Di simak
Begini
ceritanya :
Pada
saat itu keadaan sendang genting. Perekonomi keluarga sedang
mengalami Resesi Moneter sehingga dompet saya Hampir Tinggal Tulang tanpa
daging. Saat itu bertepatan dengan menjelang hari raya idul Fitri,
Biasalah orang kalo mau lebaran suka belanja baju baru.. pada saat itu aku
masih belum bekerja maklum anak muda biasanya baru lulus pengen jadi
pengangguran dulu, kan udah jadi Tradisi, tapi sekarang alhamdulillah uda kerja
meskipun masih kontrak, malah curhat aku, sorry gan kita lanjut lagi
ceritanya, pada saat itu orang tuaku pun sedang gak punya uang juga, dan
aku punya inisiatif aku coba cari uang tambahan buat beli baju, dan
akhirnya aku dapat kerjaan meskipun hanya jagain Dagangan orang
sebut aja bapak M, mungkin dia merasa ibah dengan keadaanku. Miris pokoknya,
tapi aku tetep senyum dan ku jalani pekerjaan itu, hari demi hari kadang laku
kadang sepi tapi di jalani aelah dari pada gak kerja, biar berguna dikit
hidupku, pada saat itu aku mendapat gaji lumayan sekitar 150 Rb , cukuplah buat
beli celana yang biasa yang penting kelihatan baru, tetapi uang tersebut tak
bertahan lama mungkin uang ku bosen masuk di dalam dompetku, tepatnya di
Rumahku” ibuku tanya” dapat gaji berapa kamu ? 150 Rb bu…”Jawabku” (dengan
wajah yang jelek) emang wajahku jelek tapi manis, dikit.
alhamdulillah
anakku bisa cari uang, tapi pernah denger gak gaji pertama itu kalo bisa Di
kasihkan Ibu Biar Barokah”Sahut Ibuku yang cantik.”
Bilang
aja mau malak bu “balas ku
sambil
mengasihkan uang tersebut ke ibuku, aku berkata “aku sebenarnya ingin
beli baju”
uang
ini buat beli suguhan untuk Idul Fitri nanti nak!!! “jawab ibuku”
“memang
keadaan keluargaku saat itu sedang Down banget bahkan uda stadium akut mungkin”
dan aku pun keluar rumah sambil memelaskan wajah dan tiba – tiba ayahku
menegorku dan bilang “jangan sedih udah tak buatin baju kok jangan kawatir tak
buatin kemeja batik biar kelihatan resmi ? dan akupun tertegun
dengan senyum yang amat jelek dari wajahku yang amat hancur, sambil berkata “makasih
yah udah mau buatin aku baju, tapi bener loh”,
Malam
idul fitri pun tiba dan ketika ba’da sholat maghrib ayahku menghampiriku dengan
memberikan kemeja batik bermotif parang, Aku bahagia
sekali dan ku coba ternyata sangat cocok, dengan gembira aku
berkata “akhirnya punya baju batik”, Keesokan harinya ketikaku
terbangun dari tidurku, kumandang takbir menggema di mana – mana
menunjukan berhasilnya kita melalui puasa ramadhan, dengan semangat aku bangun
tidur dan cepet – cepet mandi untuk pergi ke
masjid menunaikan sholat bersama – sama, ketika sholat idul fitri
selesai kami sekeluarga pulang dengan rasa tak sabar ingin cepat – cepat
sampai, tak lama kemudian sampailah aku di gubuk
sederhana “rumahku” lalu aku berganti pakaian yang telah di
buatkan ayahku, dengan Percaya diri aku menemui para tamu yang sedang
bersilaturahmi ke rumah. sekian menit berlalu selanjutnya kamipun pergi ke
rumah nenek untuk saling bermaaf – maafan di tengah perjalanan aku merasa aneh
dengan kedua orang tuaku mereka senyum – senyum sendiri, tapi tak ku hiraukan
maklum keluargaku suka bergurau jadi aku tidak curiga. Sesampainya di
rumah nenek, kejadian di luar dugaan terjadi, dengan setting tempat yang
sangat tepat. seluruh keluarga sedang berkumpul Tua Muda menjadi satu dan
sedang bercucuran air mata usai sungkeman dengan Nenekku,tapi semua itu
berubah menjadi tawa dan hanya aku yang terdunduk malu merasa kasihan dan
menertawai diriku sendiri. Ternyata baju batik yang tak pakai sama dengan kain
Sewek nenekku y ampun malang banget nasibku mungkin kalo masuk Acara
penghargaan juara satu aku kategori manusia tersiksa pada saat
itu… suasana pun berubah tadinya yang sangat hitmat menjadi ramai karena
kedatanganku, tapi gak apalah di balik itu semua aku tau barokah uang yang tak
kasihkan ke ibuku ternyata mendapat balasan 5x lipatnya dengan di kasih
uang ampao oleh seluruh keluargaku yang merasa sangat terhibur karna
ulah ayahku…
Tidak ada komentar :
Posting Komentar