Minggu, 21 Juni 2015

Tugas Struktur Data Ptaktikum - Latihan 1

Tugas Struktur Data Ptaktikum 

Nama : Sony Firdaus
Kelas : 2-B
Nama Dosen : Hedi Rusdianto, S.kom
NIM : 114224083







Tugas Struktur Data Ptaktikum - Latihan 2

Tugas Struktur Data Ptaktikum 

Nama : Sony Firdaus
Kelas : 2-B
Nama Dosen : Hedi Rusdianto, S.kom
NIM : 114224083






Tugas Struktur Data Ptaktikum - Latihan 3

Tugas Struktur Data Ptaktikum 

Nama : Sony Firdaus
Kelas : 2-B
Nama Dosen : Hedi Rusdianto, S.kom
NIM : 114224083





Tugas Struktur Data Ptaktikum - Latihan 4

Tugas Struktur Data Ptaktikum 

Nama : Sony Firdaus
Kelas : 2-B
Nama Dosen : Hedi Rusdianto, S.kom
NIM : 114224083










Tugas Struktur Data Ptaktikum - Latihan 5

Tugas Struktur Data Ptaktikum 

Nama : Sony Firdaus
Kelas : 2-B
Nama Dosen : Hedi Rusdianto, S.kom
NIM : 114224083




Tugas Struktur Data Ptaktikum - Latihan 6

Tugas Struktur Data Ptaktikum 

Nama : Sony Firdaus
Kelas : 2-B
Nama Dosen : Hedi Rusdianto, S.kom
NIM : 114224083







Tugas Struktur Data Ptaktikum - Latihan 7

Tugas Struktur Data Ptaktikum 

Nama : Sony Firdaus
Kelas : 2-B
Nama Dosen : Hedi Rusdianto, S.kom
NIM : 114224083




Tugas Struktur Data Ptaktikum - Latihan 8

Tugas Struktur Data Ptaktikum 

Nama : Sony Firdaus
Kelas : 2-B
Nama Dosen : Hedi Rusdianto, S.kom
NIM : 114224083






Rabu, 29 April 2015

Antara Sial Dan Beruntung

Cerita seputar batik
Ini saya mau berbagi pengalaman Gan Lanang Lan Gan Wadon Facta demi allah kalo gak percaya
Monggo Di simak
Begini ceritanya :
Pada saat itu keadaan sendang genting. Perekonomi keluarga sedang mengalami Resesi Moneter sehingga dompet saya Hampir Tinggal Tulang tanpa daging. Saat itu bertepatan dengan menjelang hari raya idul Fitri, Biasalah orang kalo mau lebaran suka belanja baju baru.. pada saat itu aku masih belum bekerja maklum anak muda biasanya baru lulus pengen jadi pengangguran dulu, kan udah jadi Tradisi, tapi sekarang alhamdulillah uda kerja meskipun masih kontrak, malah curhat aku, sorry gan kita lanjut lagi ceritanya,  pada saat itu orang tuaku pun sedang gak punya uang juga, dan aku punya inisiatif aku coba cari uang tambahan buat beli baju, dan akhirnya aku dapat kerjaan meskipun hanya jagain Dagangan orang sebut aja bapak M, mungkin dia merasa ibah dengan keadaanku. Miris pokoknya, tapi aku tetep senyum dan ku jalani pekerjaan itu, hari demi hari kadang laku kadang sepi tapi di jalani aelah dari pada gak kerja, biar berguna dikit hidupku, pada saat itu aku mendapat gaji lumayan sekitar 150 Rb , cukuplah buat beli celana yang biasa yang penting kelihatan baru, tetapi uang tersebut tak bertahan lama mungkin uang ku bosen masuk di dalam dompetku, tepatnya di Rumahku” ibuku tanya” dapat gaji berapa kamu ? 150 Rb bu…”Jawabku” (dengan wajah yang jelek) emang wajahku jelek tapi manis, dikit.
alhamdulillah anakku bisa cari uang, tapi pernah denger gak gaji pertama itu kalo bisa Di kasihkan Ibu Biar Barokah”Sahut Ibuku yang cantik.”
Bilang aja mau malak bu “balas ku
sambil mengasihkan uang tersebut ke ibuku, aku berkata “aku sebenarnya ingin beli baju”
uang ini buat beli suguhan untuk Idul Fitri nanti nak!!! “jawab ibuku”
“memang keadaan keluargaku saat itu sedang Down banget bahkan uda stadium akut mungkin” dan aku pun keluar rumah sambil memelaskan wajah dan tiba – tiba ayahku menegorku dan bilang “jangan sedih udah tak buatin baju kok jangan kawatir tak buatin kemeja batik biar kelihatan resmi ? dan akupun tertegun dengan senyum yang amat jelek dari wajahku yang amat hancur, sambil berkata “makasih yah udah mau buatin aku baju, tapi bener loh”,
Malam idul fitri pun tiba dan ketika ba’da sholat maghrib ayahku menghampiriku dengan memberikan kemeja batik bermotif parang, Aku bahagia sekali dan ku coba ternyata sangat cocok, dengan gembira aku berkata “akhirnya punya baju batik”, Keesokan harinya ketikaku terbangun dari tidurku, kumandang takbir menggema di mana – mana menunjukan berhasilnya kita melalui puasa ramadhan, dengan semangat aku bangun tidur dan cepet – cepet mandi untuk pergi ke masjid menunaikan sholat bersama – sama, ketika sholat idul fitri selesai kami sekeluarga pulang dengan rasa tak sabar ingin cepat – cepat sampai, tak lama kemudian sampailah aku di gubuk sederhana “rumahku” lalu aku berganti pakaian yang telah di buatkan ayahku, dengan Percaya diri aku menemui para tamu yang sedang bersilaturahmi ke rumah. sekian menit berlalu selanjutnya kamipun pergi ke rumah nenek untuk saling bermaaf – maafan di tengah perjalanan aku merasa aneh dengan kedua orang tuaku mereka senyum – senyum sendiri, tapi tak ku hiraukan maklum keluargaku suka bergurau jadi aku tidak curiga. Sesampainya di rumah nenek, kejadian di luar  dugaan terjadi, dengan setting tempat yang sangat tepat. seluruh keluarga sedang berkumpul Tua Muda menjadi satu dan sedang bercucuran air mata usai sungkeman dengan Nenekku,tapi semua itu berubah menjadi tawa dan hanya aku yang terdunduk malu merasa kasihan dan menertawai diriku sendiri. Ternyata baju batik yang tak pakai sama dengan kain Sewek nenekku y ampun malang banget nasibku mungkin kalo masuk Acara penghargaan juara satu aku  kategori manusia tersiksa pada saat itu… suasana pun berubah tadinya yang sangat hitmat menjadi ramai karena kedatanganku, tapi gak apalah di balik itu semua aku tau barokah uang yang tak kasihkan ke ibuku ternyata mendapat balasan 5x lipatnya dengan di kasih uang ampao oleh seluruh keluargaku yang merasa sangat terhibur karna ulah ayahku…


Minggu, 25 Januari 2015

Sendiri "Kesepian"

Ku termenung dalam laraku hampir air mata ini menetes di pipiku ku rindukan masa lalu bersamamu tapi semua telah sirna hilang sudah. Tuhan di manakah kau sekarang rangkul aku dengan rahmatmu biarkan ku bersimpuh kepadamu hanya kamulah yang aku punya saat ini bebaskan diri ini dari rasa yang menyiksa ini, maafkan jikalau ku punya salah akan semua perilakuku sehingga kau ingatkan aku dengan cara ini, Kan ku coba untuk mengisi hatiku dengan namamu dan temukanlah aku dengan wanita yang mengisi hatinya dengan mu "allah"

Tuhan Sungguh ku harapkan itu terjadi dekatkan yang jauh dan semakin eratkan yang dekat atas nama kebaikan insanmu. mungkin tak pantas ku meminta kepadamu tapi apalah dayaku engkaulah sang kuasa pemilik dan pengabul segalanya, maka kabulkanlah....

Sabtu, 10 Januari 2015

Pahlawan di daerah ku "untung suropati"

Untung Surapati
Lukisan potret Untung Surapati
Lukisan potret Untung Surapati
Pasangan Raden Ayu Gusik Kusuma
Nama lengkap
Surawiroaji
Lahir 1660
Bali
Meninggal 5 Desember 1706
Bendera Belanda Bangil, Jawa Timur, Hindia Belanda
Untung Surapati (Bahasa Jawa: Untung Suropati) (terlahir Surawiroaji, lahir di Bali, 1660 – meninggal dunia di Bangil, Jawa Timur, 5 Desember 1706 pada umur 45/46 tahun) adalah seorang tokoh dalam sejarah Nusantara yang dicatat dalam Babad Tanah Jawi. Kisahnya menjadi legendaris karena mengisahkan seorang anak rakyat jelata dan budak VOC yang menjadi seorang bangsawan dan Tumenggung (Bupati) Pasuruan.
Kisah Untung Surapati yang legendaris dan perjuangannya melawan kolonialisme VOC di Pulau Jawa membuatnya dikenal sebagai pahlawan nasional Indonesia. Ia telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia berdasarkan S.K. Presiden No. 106/TK/1975 tanggal 3 November 1975.

Asal-usul Untung

Untung Surapati, Nama aslinya Surawiroaji.[1] Menurut Babad Tanah Jawi ia berasal dari Bali yang ditemukan oleh Kapten van Beber, seorang perwira VOC yang ditugaskan di Makasar. Kapten van Beber kemudian menjualnya kepada perwira VOC lain di Batavia yang bernama Moor. Sejak memiliki budak baru, karier dan kekayaan Moor meningkat pesat. Anak kecil itu dianggap pembawa keberuntungan sehingga diberi nama "Si Untung".
Ketika Untung berumur 20 tahun, ia dimasukkan penjara oleh Moor karena menjalin hubungan dengan putrinya yang bernama Suzane. Untung kemudian menghimpun para tahanan dan berhasil kabur dari penjara dan menjadi buronan.

Mendapat nama Surapati

Pada tahun 1683 Sultan Ageng Tirtayasa raja Banten dikalahkan VOC. Putranya yang bernama Pangeran Purbaya melarikan diri ke Gunung Gede. Ia memutuskan menyerah tetapi hanya mau dijemput perwira VOC pribumi.
Kapten Ruys (pemimpin benteng Tanjungpura) berhasil menemukan kelompok Untung. Mereka ditawari pekerjaan sebagai tentara VOC daripada hidup sebagai buronan. Untung pun dilatih ketentaraan, diberi pangkat letnan, dan ditugasi menjemput Pangeran Purbaya.
Untung menemui Pangeran Purbaya untuk dibawa ke Tanjungpura. Datang pula pasukan Vaandrig Kuffeler yang memperlakukan Pangeran Purbaya dengan kasar. Untung tidak terima dan menghancurkan pasukan Kuffeler di Sungai Cikalong, 28 Januari 1684.
Pangeran Purbaya tetap menyerah ke Tanjungpura, tapi istrinya yang bernama Gusik Kusuma meminta Untung mengantarnya pulang ke Kartasura. Untung kini kembali menjadi buronan VOC. Antara lain ia pernah menghancurkan pasukan Jacob Couper yang mengejarnya di desa Rajapalah.
Ketika melewati Kesultanan Cirebon, Untung berkelahi dengan Raden Surapati, anak angkat sultan. Setelah diadili, terbukti yang bersalah adalah Surapati. Surapati pun dihukum mati. Sejak itu nama "Surapati" oleh Sultan Cirebon diserahkan kepada Untung.

Terbunuhnya Kapten Tack


Lukisan tradisional Jawa karya Tirto dari Grisek menggambarkan terbunuhnya Kapten François Tack oleh Surapati di Kartasura (1684) di bawah Susuhunan Amangkurat II.
Untung alias Surapati tiba di Kartasura mengantarkan Raden Ayu Gusik Kusuma pada ayahnya, yaitu Patih Nerangkusuma. Nerangkusuma adalah tokoh anti VOC yang gencar mendesak Amangkurat II agar membatalkan perjanjiannya dengan bangsa Belanda tersebut. Nerangkusuma juga menikahkan Gusik Kusuma dengan Surapati.
Kapten François Tack (perwira VOC senior yang ikut berperan dalam penumpasan Trunajaya dan Sultan Ageng Tirtayasa) tiba di Kartasura bulan Februari 1686 untuk menangkap Surapati. Amangkurat II yang telah dipengaruhi Nerangkusuma, pura-pura membantu VOC.
Pertempuran pun meletus di halaman keraton. Pasukan VOC hancur. Sebanyak 75 orang Belanda tewas. Kapten Tack sendiri tewas di tangan Untung. Tentara Belanda yang masih hidup menyelamatkan diri ke benteng mereka.

Bergelar Tumenggung Wiranegara

Amangkurat II takut pengkhianatannya terbongkar. Ia merestui Surapati dan Nerangkusuma merebut Pasuruan. Di kota itu, Surapati mengalahkan bupatinya, yaitu Anggajaya, yang kemudian melarikan diri ke Surabaya. Bupati Surabaya bernama Adipati Jangrana tidak melakukan pembalasan karena ia sendiri sudah kenal dengan Surapati di Kartasura.
Untung Surapati pun mengangkat diri menjadi bupati Pasuruan dan bergelar Tumenggung Wiranegara.
Pada tahun 1690 Amangkurat II pura-pura mengirim pasukan untuk merebut Pasuruan. Tentu saja pasukan ini mengalami kegagalan karena pertempurannya hanya bersifat sandiwara sebagai usaha mengelabui VOC.

Kematian Untung Surapati

Sepeninggal Amangkurat II tahun 1703, terjadi perebutan takhta Kartasura antara Amangkurat III melawan Pangeran Puger. Pada tahun 1704 Pangeran Puger mengangkat diri menjadi Pakubuwana I dengan dukungan VOC. Tahun 1705 Amangkurat III diusir dari Kartasura dan berlindung ke Pasuruan.
Pada bulan September 1706 gabungan pasukan VOC, Kartasura, Madura, dan Surabaya dipimpin Mayor Goovert Knole menyerbu Pasuruan. Pertempuran di benteng Bangil akhirnya menewaskan Untung Surapati alias Wiranegara tanggal 17 Oktober 1706. Namun ia berwasiat agar kematiannya dirahasiakan. Makam Surapati pun dibuat rata dengan tanah. Perjuangan dilanjutkan putra-putranya dengan membawa tandu berisi Surapati palsu.
Pada tanggal 18 Juni 1707 Herman de Wilde memimpin ekspedisi mengejar Amangkurat III. Ia menemukan makam Surapati yang segera dibongkarnya. Jenazah Surapati pun dibakar dan abunya dibuang ke laut.

Perjuangan putra-putra Surapati

Putra-putra Untung Surapati, antara lain Raden Pengantin, Raden Surapati, dan Raden Suradilaga memimpin pengikut ayah mereka (campuran orang Jawa dan Bali). Sebagian dari mereka ada yang tertangkap bersama Amangkurat III tahun 1708 dan ikut dibuang ke Srilangka.
Sebagian pengikut Untung Surapati bergabung dalam pemberontakan Arya Jayapuspita di Surabaya tahun 1717. Pemberontakan ini sebagai usaha balas dendam atas dihukum matinya Adipati Jangrana yang terbukti diam-diam memihak Surapati dalam perang tahun 1706.
Setelah Jayapuspita kalah tahun 1718 dan mundur ke Mojokerto, pengikut Surapati masih setia mengikuti. Mereka semua kemudian bergabung dalam pemberontakan Pangeran Blitar menentang Amangkurat IV yang didukung VOC tahun 1719. Pemberontakan ini berhasil dipadamkan tahun 1723. Putra-putra Untung Surapati dan para pengikutnya dibuang VOC ke Srilangka.

Dalam karya sastra dan media lain

Kisah perjalanan hidup Untung Surapati yang legendaris, selain sekarang menjadi nama jalan yang umum di Indonesia, juga cukup banyak ditulis dalam bentuk sastra. Selain Babad Tanah Jawi, juga terdapat antara lain Babad Surapati.
Penulis Hindia Belanda Melati van Java (nama samaran dari Nicolina Maria Sloot) juga pernah menulis roman berjudul Van Slaaf Tot Vorst, yang terbit pada tahun 1887. Karya ini kemudian diterjemahkan oleh FH Wiggers dan diterbitkan tahun 1898 dengan judul Dari Boedak Sampe Djadi Radja. Penulis pribumi yang juga menulis tentang kisah ini adalah sastrawan Abdul Muis dalam novelnya yang berjudul Surapati.
Taman Burgemeester Bisschopplein di Batavia (sekarang Jakarta) pasca kemerdekaan Indonesia diubah namanya menjadi "Taman Suropati" untuk mengabadikan nama Untung Surapati

Senin, 05 Januari 2015

Matriks Angka 1

ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN PRAKTIKUM

NAMA  : SONY FIRDAUS
KELAS : 1- B SEMESTER 1



matriks angka 12345

ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN PRAKTIKUM

NAMA  : SONY FIRDAUS
KELAS : 1- B SEMESTER 1



Matriks Bintang

ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN PRAKTIKUM

NAMA  : SONY FIRDAUS
KELAS : 1- B SEMESTER 1



matriks 2

ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN PRAKTIKUM

NAMA  : SONY FIRDAUS
KELAS : 1- B SEMESTER 1



matriks

ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN PRAKTIKUM

NAMA  : SONY FIRDAUS
KELAS : 1- B SEMESTER 1

Jari - jari

ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN PRAKTIKUM

NAMA  : SONY FIRDAUS
KELAS : 1- B SEMESTER 1

Matrik diagonal 1 kanan

ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN PRAKTIKUM

NAMA  : SONY FIRDAUS
KELAS : 1- B SEMESTER 1



Matriks jumlah kolom dan baris

ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN PRAKTIKUM

NAMA  : SONY FIRDAUS
KELAS : 1- B SEMESTER 1



Seleksi hansip

ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN PRAKTIKUM

NAMA  : SONY FIRDAUS
KELAS : 1- B SEMESTER 1



Jumlah data

ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN PRAKTIKUM

NAMA  : SONY FIRDAUS
KELAS : 1- B SEMESTER 1





Tabung,Lingkaran, Kerucut

ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN PRAKTIKUM

NAMA  : SONY FIRDAUS
KELAS : 1- B SEMESTER 1



GRADE NILAI

ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN PRAKTIKUM

NAMA  : SONY FIRDAUS
KELAS : 1- B SEMESTER 1




WHILE


NAMA  : SONY FIRDAUS
KELAS : 1-B SEMESTER 1 (TEKNIK INFORMATIKA)

Kamis, 01 Januari 2015

Maulid Nabi Muhammad SAW

SEKEDAR UNTUK TAHU !!!
 
Maulid Nabi Muhammad SAW kadang-kadang Maulid Nabi atau Maulud saja (Bahasa Arab: مولد النبي‎, mawlid an-nabī), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul awal dalam penanggalan Hijriah. Kata maulid atau milad dalam bahasa arab berarti Hari Lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.
Sejarah
Peringatan Maulid Nabi pertama kali dilakukan oleh Raja Irbil (wilayah Irak sekarang), bernama Muzhaffaruddin Al-Kaukabri, pada awal abad ke 7 Hijriyah. Ibn Katsir dalam kitab Tarikh berkata:
Sultan Muzhaffar mengadakan peringatan Maulid Nabi pada bulan Rabi'ul awal. Beliau merayakannya secara besar-besaran. Beliau adalah seorang yang berani, pahlawan, alim dan seorang yang adil – semoga Alla merahmatinya.
Dijelaskan oleh Sibth (cucu) Ibn Al-Jauzi bahwa dalam peringatan tersebut, Sultan Al-Muzhaffar mengundang seluruh rakyatnya dan seluruh ulama dari berbagai disiplin ilmu, baik ulama dalam bidang ilmu Fiqh, ulama Hadist, ulama dalam bidang ilmu kalam, ulama usul, para ahli Taswuf, dan lainnya. Sejak tiga hari, sebelum hari pelaksanaan Maulid Nabi, beliau telah melakukan berbagai persiapan. Ribuan kambing dan unta disembelih untuk hidangan para hadirin yang akan hadir dalam perayaan Maulid Nabi tersebut. Segenap para ulama saat itu membenarkan dan menyetujui apa yang dilakukan oleh Sultan Al-Muzhaffar tersebut. Mereka semua berpandangan dan menganggap baik perayaan Maulid Nabi yang digelar untuk pertama kalinya itu.
Ibn Khallikan dalam kitab Wafayat Al-A`yan menceritakan bahwa Al-Imam Al-Hafizh Ibn Dihyah datang dari Maroko menuju Syam dan seterusnya ke Irak. Ketika melintasi daerah Irbil pada tahun 604 Hijriah, beliau mendapati Sultan Al-Muzhaffar, raja Irbil tersebut sangat besar perhatiannya terhadap perayaan Maulid Nabi. Oleh karena itu, Al-Hafzih Ibn Dihyah kemudian menulis sebuah buku tentang Maulid Nabi yang diberi judul “Al-Tanwir Fi Maulid Al-Basyir An-Nadzir”. Karya ini kemudian beliau hadiahkan kepada Sultan Al-Muzhaffar.
Para ulama, semenjak zaman Sultan Al-Muzhaffar dan zaman selepasnya hingga sampai sekarang ini menganggap bahwa perayaan Maulid Nabi adalah sesuatu yang baik. Para ulama terkemuka dan Huffazh Al-Hadits telah menyatakan demikian. Di antara mereka seperti Al-Hafizh Ibn Dihyah (abad 7 H), Al-Hafizh Al-Iraqi (w. 806 H), Al-Hafizh As-Suyuthi (w. 911 H), Al-Hafizh Al-Sakhawi (w. 902 H), SyeIkh Ibn Hajar Al-Haitami (w. 974 H), Al-Imam Al-Nawawi (w. 676 H), Al-Imam Al-Izz ibn Abd Al-Salam (w. 660 H), mantan mufti Mesir yaitu Syeikh Muhammad Bakhit Al-Muthi’i (w. 1354 H), mantan Mufti Beirut Lubnan yaitu Syeikh Mushthafa Naja (w. 1351 H), dan terdapat banyak lagi para ulama besar yang lainnya. Bahkan Al-Imam Al-Suyuthi menulis karya khusus tentang Maulid yang berjudul “Husn Al-Maqsid Fi Amal Al-Maulid”. Karena itu perayaan Maulid Nabi, yang biasa dirayakan pada bulan Rabiul awal menjadi tradisi umat Islam di seluruh dunia, dari masa ke masa dan dalam setiap generasi ke generasi.
Para ahli sejarah, seperti Ibn Khallikan, Sibth Ibn Al-Jauzi, Ibn Kathir, Al-Hafizh Al-Sakhawi, Al-Hafizh Al-Suyuthi dan lainnya telah sepakat menyatakan bahwa orang yang pertama kali mengadakan peringatan maulid adalah Sultan Al-Muzhaffar. Namun juga terdapat pihak lain yang mengatakan bahwa Sultan Salahuddin Al-Ayyubi adalah orang yang pertama kali mengadakan Maulid Nabi. Sultan Salahuddin pada kala itu membuat perayaan Maulid dengan tujuan membangkitkan semangat umat islam yang telah padam untuk kembali berjihad dalam membela islam pada masa Perang Salib.
Ahmad bin ‘Abdul Halim Al Haroni rahimahullah mengatakan,
صَلَاحِ الدِّينِ الَّذِي فَتَحَ مِصْرَ ؛ فَأَزَالَ عَنْهَا دَعْوَةَ العبيديين مِنْ الْقَرَامِطَةِ الْبَاطِنِيَّةِ وَأَظْهَرَ فِيهَا شَرَائِعَ الْإِسْلَامِ
Artinya:
Sholahuddin-lah yang menaklukkan Mesir. Beliau menghapus dakwah ‘Ubaidiyyun yang menganut aliran Qoromithoh Bathiniyyah (aliran yang jelas sesatnya, pen). Shalahuddin-lah yang menghidupkan syari’at Islam di kala itu.
Dalam perkataan lainnya, Ahmad bin ‘Abdul Halim Al Haroni rahimahullah mengatakan,
فَتَحَهَا مُلُوكُ السُّنَّة مِثْلُ صَلَاحِ الدِّينِ وَظَهَرَتْ فِيهَا كَلِمَةُ السُّنَّةِ الْمُخَالِفَةُ لِلرَّافِضَةِ ثُمَّ صَارَ الْعِلْمُ وَالسُّنَّةُ يَكْثُرُ بِهَا وَيَظْهَرُ
Artinya:
Negeri Mesir kemudian ditaklukkan oleh raja yang berpegang teguh dengan Sunnah yaitu Shalahuddin. Beliau yang menampakkan ajaran Nabi yang shahih di kala itu, berseberangan dengan ajaran Rafidhah (Syi’ah). Di masa beliau, akhirnya ilmu dan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam semakin terbesar luas.
Sumber lain mengatakan perayaan Maulid yang sebenarnya diprakarsai oleh Dinasti Fatimiyyun sebagaimana dinyatakan oleh banyak ahli sejarah. Berikut perkataan ahli sejarah mengenai Maulid Nabi.
Al Maqriziy, seorang pakar sejarah mengatakan, “Para khalifah Fatimiyyun memiliki banyak perayaan sepanjang tahun. Ada perayaan tahun baru, Hari 'Syura, maulid (hari kelahiran) Nabi, maulid Ali bin Abu Thalib, maulid Hasan dan Husain, maulid Fatimah Az - Zahra, maulid khalifah yang sedang berkuasa, perayaan malam pertama bulan Rajab, perayaan malam pertengahan bulan Rajab, perayaan malam pertama bulan Sya'ban, perayaan malam pertengahan bulan Rajab, perayaan malam pertama bulan Ramadhan, perayaan malam penutup Ramadhan, perayaan 'Idul Fitri, perayaan 'Idul Adha, perayaan 'Idhul ghadir, perayaan musim dingin dan musim panas, perayaan malam Al Kholij, hari Nauruz (Tahun Baru Persia), hari Al Ghottos, hari Milad (Natal), hari Al Khomisul ‘Adas (3 hari sebelum paskah), dan hari Rukubaat.”
Asy Syaikh Bakhit Al Muti’iy, mufti negeri Mesir dalam kitabnya mengatakan bahwa yang pertama kali mengadakan enam perayaan maulid yaitu: perayaan Maulid (hari kelahiran) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maulid ‘Ali, maulid Fatimah, maulid Al Hasan, maulid Al Husain –radhiyallahu ‘anhum- dan maulid khalifah yang berkuasa saat itu yaitu Al Mu’izh Lidinillah (keturunan ‘Ubaidillah dari dinasti Fatimiyyun) pada tahun 362 H.
Begitu pula Asy Syaikh ‘Ali Mahfuzh dalam kitabnya Al Ibda’ fi Madhoril Ibtida’ (hal. 251) dan Al Ustadz ‘Ali Fikriy dalam Al Muhadhorot Al Fikriyah (hal. 84) juga mengatakan bahwa yang mengadakan perayaan Maulid pertama kali adalah ‘Ubaidiyyun (Fatimiyyun).