Senin, 29 Desember 2014

Beji - Pasuruan - Jawa Timur "Candi Gunung Gangsir"

Beji adalah kota kelahiran ku selain itu banyak hal yang perlu di ketahui Beji menyimpan banyak hal yang tidak di miliki oleh tempat lain. contohnya : Candi Gangsir

Kronologi nama Candi 
Keberadaan Candi Gunung Gangsir pada masa lampau dilingkupi oleh gunung
Lalu ada seseorang yang ingin "menggangsir" atau menggali gunung tersebut untuk mengambil benda-benda berharga di bawah candi. Maka setelah itu, candi tersebut terkenal dengan nama Candi Gunung Gangsir.Nama candi ini masih merupakan mitos 
Candi Gunung Gangsir terletak di Desa Gunung Gangsir Kecamatan Beji, sekitar 18 km dari kota Pasuruan. Candi ini sebenarnya bernama bernama Candi Keboncandi, namun karena letaknya di Desa Gunung Gangsir, maka masyarakat setempat menyebutnya Candi Gunung Gangsir.

Sejarah Candi

Candi yang konon dibangun pada masa pemerintahan Raja Airlangga, yaitu sekitar abat ke-11 M. Walaupun diperkirakan berasal dari masa yang lebih awal sebelum masa pemerintahan Singasari, Candi Gunung Gangsir dibangun menggunakan bahan batu bata, bukan batu andesit.
Mengenai fungsi Candi Gunung Gangsir tidak didapatkan informasi yang jelas. Masyarakat setempat mempunyai versi tersendiri mengenai tujuan pembangunan candi ini. Menurut mereka, Candi Gunung Gangsir dibangun sebagai penghormatan kepada Nyi Sri Gati, yang dijuluki Mbok Randa Derma (janda murah hati), atas jasanya dalam membangun masyarakat pertanian di daerah itu.

Nyi Sri Gati merupakan tokoh dalam legenda masyarakat setempat. Pada zaman dahulu masyarakat di daerah itu belum mengenal kehidupan bercocok tanam. Mereka senang mengembara dan makanan utamanya adalah sebangsa rerumputan. Suatu saat, rerumputan yang menjadi makanan pokok mereka mulai menipis persediaannya. Pada saat itu datanglah seorang wanita, entah dari mana asalnya, bernama Nyi Sri Gati. Wanita itu mengajak para pengembara untuk berdoa, meminta petunjuk kepada Hyang Widi tentang bagaimana caranya mengatasi kekurangan pangan yang mereka alami. Tak lama kemudian datang serombongan burung sebangsa burung gelatik dengan membawa padi-padian, lalu menjatuhkannya di dekat para pengembara. Padi yang jatuh itu kemudian ditanam oleh Nyi Sri Gati. Beberapa bulan kemudian, tanaman Nyi Sri Gati sudah dapat dipanen. Nyi Sri Gati kemudian menumbuk hasil panennya untuk dijadikan beras, yang kemudian diolahnya menjadi nasi. Nyi Sri Gati kemudian mengajarkan cara bercocok tanam kepada para pengembara. Sejak saat itu, masyarakat pengembara tersebut menetap dan hidup dari bercocok tanam. Mereka menjadikan padi sebagai makanan pokoknya. Sebagian dari padi yang dijatuhkan burung tadi berubah menjadi permata yang membuat Nyi Sri Gati menjadi kaya raya.
Kaki candi berbentuk segi empat dengan dengan ukuran sekitar 15 x 15 m2. Tinggi bangunan mencapai sekitar 15 m. Di dalam tubuh candi terdapat ruangan yang konon cukup luas, sehingga dapat menampung 50 orang. Pintu masuk ke ruangan tersebut terletak di sebelah barat, berjarak sekitar 5 m dari tanah. Untuk mencapai pintu terdapat tangga yang cukup lebar, yang menjorok jauh ke barat. Sayang sekali tangga tersebut telah hancur, sehingga sulit untuk ditapaki
.
Pada dinding di sisi kanan dan kiri atas pintu terdapat relung yang terlihat seperti tempat meletakkan arca. Relung di sisi selatan sudah hancur, sementara yang di sisi utara masih tampak bekasnya.
Atap candi berbentuk melengkung dengan ujung tumpul seperti puncak gunung. Bagian puncak atap sudah hancur, namun masih terlihat lapik penyangga puncak atap. Dari belakang, bangunan candi tampak seperti bukit kecil yang terbuat dari batu bata.

Senin, 15 Desember 2014

"Sadar"

masah muda itu kemarin sekaranlah masa pendewasaan di mulai.
Mungkin menurut orang terlambat tapi menurutku ini saatnya memulainya..

Rabu, 26 November 2014

Antara Aku Dan Tuhanku

Di Jaman seperti ini jarang sekali orang memikirkan hubungan antara hamba dengan tuhannya. Kita hanya Ibadah itupun kalau sadar ? Parahnya lagi kalau yang di kejar hanyalah duniawi tanpa di dasari akan kesadaran siapa diri kita sebenarnya ? mahkluk tuhan paling sempurna karena penciptaanya. Apakah anda sudah yakin anda adalah hambah Tuhan ? sedangkan anda belum mengenal tuhan, Ada yang bilang untuk menuju pengetahuan ketuhanan kita harus menghilangkan nafsu kita, Terkadang kita merasa benar dengan cara kita beribadah kepada sang pencipta. sejatinya hidup manusia harus mempunyai nafsu, dan manusia tak akan pernah bisa hidup tanpa nafsu, marilah kita renungi diri kita untuk menuju kebenaran janganlah merasa benar dan janganlah tertipu oleh keduniawian mari kita pahami dan renungkan bagaimana hubungan antara kita dan tuhan kita ! karena Tak ada yang melihat ataupun yang dilihat. Yang ada hanyalah kenyataan yang Esa. Perbedaan di dalam dan di luar muncul karena bentuk konstruksi pikiran semata. Jika obyek tidak memiliki kesadaran, ia takkan mempunyai cahaya, sebagaimana ia sebelumnya.
Dalam kenyataannya, apa yang disebut dunia adalah pikiran semata mari kita wujutkan yang tidak nyata menadi nyata dengan cara kita !!!
"tiada penyesalan yang seperti ini semoga kau jodohku"

Rabu, 19 November 2014

Problematika kehidupan

banyak sekali hal yang tak pernah aku mengerti apa aku salah untuk mengambil jalan kehidupan kalaupun aku salah bagaimana aku harus keluar dari problematika ini